Pada umumnya orang-orang mendefinisikan “ otaku” sebagai seorang yang sangat terobsesi dengan anim ( animasi dari jepang ) dan manga ( komik jepang ) berlebihan sehingga mereka menjadi tidak cinta dengan negaranya dan lebih mencintai negara jepang. Sehingga nama otaku di publik ini menjadi kurang baik dan menjadi seorang otaku adalah suatu aib di masyarakat. Padahal tidak seperti itu.
Inilah pemikiran- pemikiran SALAH tentang Otaku :
1. Otaku itu hanya untuk orang penyuka anime manga.
Menurut Otaku awalnya berarti rumahmu, namun dikarenakan muncul novel-novel yang menyebutkan istilah otaku dengan arti lain, arti otaku itu sendiri menjadi istilah Jepang untuk orang yang sangat passionate dengan hobi mereka atau orang-orang yang sangat menekuni hobi mereka. Mereka bahkan mengganti kanji otaku agar dapat dibedakanお宅 -(Rumah) オタク-(Orang yang sangat bergairah dengan hobinya), padahal dua-duanya sama-sama dibaca otaku.Nah, hobi ini bukan hanya merujuk ke anime atau manga saja. Terdapat hobi-hobi lain yang kerap dilakukan oleh masyarakat, seperti mobil, video game, komputer,kamera, dan lain-lainnya. Jadi Otaku itu banyak jenisnya , seperti Tetsudou otaku (kereta) dan Pasokon otaku ( komputer). Namun memang otaku anime dan otaku manga adalah jenis otaku yang paling banyak di lingkungan masyarakat.
Jadi tidak semua Otaku itu hanya suka dengan anime manga


2. Otaku itu tidak punya kehidupan , mereka antisosial dan tidak dapat berbaur dengan masyarakat.
Hal ini juga TIDAK TEPAT. Masyarakat cendrung mencampurkan arti dari kata lain dengan kata lain. Terdapat sebuah istilah Hikikomori. Hikikomori adalah orang-orang yang benar-benar menarik diri dari seluruh masyarakat dan mengisolasi diri di sarang / kamar mereka, menolak untuk pergi keluar untuk jangka waktu yang melebihi setengah tahun dan mereka benar-benar melakukanya ! Namun beberapa kalangan masyarakat menganggap Otaku itu selalu hikikomori, padahal itu salah besar. Otaku itu sendiri dapat menjadi profesional di hobi yang dia sukai dan hikikomori bisa berasal dari kalangan manapun yang tidak bekerja dan tidak bersekolah. Dengan hobinya masing-masing pun tidak membuat Otaku menjadi antisosial, Otaku itu sendiri sebenarnya dapat berbaur dengan masyarakat namun masyarakatlah sendiri yang sudah mengecap otaku dengan jelek diawal. Salah satu alasan terbesar seseorang menjadi hikikomori adalah karena mereka tidak kuat dengan tekanan yang masyarakat berikan. Namun memang karena maraknya otaku yang hanya menyukai hobinya saja tanpa menjadi profesional di hobinya, otakun ini dikecam oleh masyarakat dengan masyarakat sampah yang tidak dapat melakukan napa-apa. Nama otaku itu sendiri di negara asalnya dikecam jelek, sehingga melahirkan banyaknya closet otaku atau otaku yang kerap menyembunyikan hobinya .Sehingga para otaku menjadi kesulitan berbaur dikarenakan sudah dianggap jelek dahulu.
Sehingga Otaku dan Hikikomori adalah hal yang berbeda


3. Semua otaku itu tidak cinta tanah air ! Mereka lebih mencintai budaya negara lain ( Jepang terutama ) !
Hal ini juga salah, Otaku hanyalah sebuah julukan yang berasal dari jepang. Orang yang mendedikasikan dirinya kepada hobinya juga sebenarnya adalah otaku. Tidak salah dong kalau misalnya menyukai hobi tersendiri.
“lho lalu orang-orang yang suka sok-sokan jadi orang jepang terus kalau ngomong suka campur-campur pake bahasa jepang itu apa dong ?”
Nah orang-orang tersebut memiliki istilah juga , yaitu Wapanese dan Weeabo.Weeaboo adalah seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang, dan mereka cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang, padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang. Wapanese adalah Sementara pengertian Wapanese ( want to be a Japanese) adalah seseorang yang cenderung bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang; mereka berharap mereka terlahir dan hidup di Jepang. Nah untuk membedakan mereka wapanese cendrung menjurus ke orang yang bukan berasal dari jepang yang sangat antusias dengan kultur jepang , mereka biasanya sangat jago dalam bahasa jepang atau biasanya jago dalam seni bela dirinya, sementara Weeabo (atau sering disebut wibu) adalah orang yang terobesesi dengan kultur jepang yang sangat berlebihan dan cendrung tidak masuk akal, seperti contohnya mereka hanya ingin makan makanan dari jepang (pocky biasanya identik dengan wibu) , mereka hanya menambahkan kata-kata jepang di keseharianya seperti “Wah saat aku melihat bishounen itu , hatiku menjadi doki doki desu.”, dan biasanya mereka memandang rendah orang-orang yang tidak mengerti hobi mereka. Nah karena tingkah unik mereka ini , masyarakat berpikir bahwa semua otaku akan bertindak seperti itu. Padahal itu salah besaar. Tidak semua otaku bertindak seperti itu, mereka hanya sebagian orang-orang yang cendrung ingin mencari perhatian dan sebagainya.
Sehingga tidak semua otaku itu weeabo. 
4. Dengan mengoleksi beberapa anime dan beberapa manga membuatmu menjadi otaku !

Hal ini juga bisa dikatakan kurang tepat, dengan hanya memiliki beberapa manga atau anime tidak membuatmu menjadi otaku. Karena otaku itu sendiri adalah sangat bergairah dalam segala macam hobi yang disukai. Masyarakat sering memandang rendah otaku, sehingga banyak orang berpikir bahwa “ah aku takut jadi otaku , jadi aku ngga mau beli buku-buku gituan ah, takut ketularan nerd-nya”. Jika kau memang otaku dalam hal tersebut, maka kau akan terus menelusuri data-data dan hal berkaitan tentang hal tersebut. Sehingga mengoleksi beberapa anime dan manga tidak dapat membuatmu langsung menjadi otaku.
Nah bagaimana ? Apakah sekarang pandanganmu tentang otaku berubah ? Mungkin segitu aja hal yang akan kami bahas di artikel ini J. Terima kasih telah membaca ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar